Friday, February 19, 2010

Bahagia itu... (4)

bahagia itu memberi sebanyak-banyaknya


-Haidar Bagir-
(bukan muhammad bagir)

Homesick

Dulu,

ketika masih SMP, sekolahku jauh dari rumah,
lalu aku ikut OSIS, sibuk rapat dan main tak ada arah,
berangkat sebelum fajar terbit, pulang setelah senja memerah.

nyokap bangun lebih pagi, siapkan sarapan katanya…
nyokap tidur lebih malam, setrikakan seragamku katanya…

Dulu,

ketika masih SMA, sekolahku jaraknya jauh gila,
ingin gabung geng populer… ah sayang diriku tak bs maen basket or bola,
kan cowo2 keren katanya jago basket or bola.
tapi akhirnya gabung jg dgn geng cowo2 aneh tapi selalu membela
lebih senang maen dengan teman dan berusaha pulang ke rumah ditunda-tunda,
belum lagi ikut macam2 les, tryout, dan banyak acara.

nyokap tetep bangun lbh pagi, siapkan sarapan katanya…
nyokap tetep tidur lbh malam, setrikakan seragamku katanya…

Dulu,

merantaulah diriku kuliah ke ibu kota,
aktif di organisasi kampus, jadi aslab, jadi asdos, jadi panitia,
diriku jrg pulang, alasannya menghemat uang saku, namanya juga mahasiswa
padahal jarak JKT-BDG hanya 3 jam saja,
bayar 25rb untuk bis primajasa.

jika ayah belum kirim uang bulanan, kumengeluh bukan kepalang,
padahal kutahu, mskpn ayah sudah banting tulang,
makan sehari2 dirumah saja, kadang kurang.

Sekarang,

sudah bekerja, sudah ada penghasilan,
tapi selalu rindu nyokap, ayah, adik, rumah, dan kmpg halaman,
apa daya, kerja di perantauan,
jauh terpisah lautan dari kampung halaman,
tiket pesawat ga nahan,
bisa bangkrut tujuh turunan….
oh Tuhan apakah ini sesal kemudian?
tapi kusadar Tuhan sedang memberiku suatu pelajaran,
selama ini diriku membuat kesalahan,
dasar anak muda, menaruh keluarga di urutan kemudian.

-subay nan lebay-

Bahagia adalah bisa pulang kampung disaat2 peak season ini.... =(

CANGGUNG

by bhayu radya

Sesaat tubuhku terduduk,
hatiku dag dig dug.
Lipatan-lipatan otakku kalut.
Sudut alisku bertemu.

Mencoba fokus, lurus.
Menerjemahkan semua bayangan memori
Mengejewantahkan ilmu teori
Demi satu kalimat sakti.


Terlambat, dia sudah pergi.

Mau Ke Mana, Jack?

by RA

Setiap perjalanan
pasti
ada tujuan

Setiap yang berakal
pasti
berpikir

Lalu
bertanya

Ke mana
ilmuku menunjukkan arah,
rizkiku membuka jalan?

Apakah
menuju jalan yang lurus,
kepada Kemahaesaan?

Sebab
selain dari itu adalah fana
dan sia-sia


Balikpapan, 12 Feb 2010

Pangeran dan Ksatria

by Maharani Widyastuti

Sang Pangeran datang dengan barisan pasukan di belakangnya,
”Selamat pagi, Princess”
ujarnya dengan lantang dan jumawa,
tanpa sedikitpun keraguan,
tanpa pula ketakutan yang tersirat.

Mungkin tak pernah terbayangnya titik-titik kebencian,
dari sudut-sudut mata yang menatap.
Mungkin iri, mungkin benci angkuhnya,
tapi pasti bukan atas tulus hatinya,
karena hitam matanya terselubung sepi.

Lalu Ksatria datang dengan sebilah pedang di punggungnya,
dan kuda di tunggangannya.
Bukan, bukan putih.Tapi gagah dengan surai emasnya.
”Biar saya bantu, Tuan Putri.”
Senyum manis dan tatapan yang tertunduk.
Manis dan baik.

Adakah keindahan memenuhi setiap harimu, Ksatria?
Mungkin sedihmu pun selalu beriring manis.
Katakan padaku, Ksatria
Untuk siapa keindahan itu?
Gadis-gadis yang memujamu, atau kucing kecil di atas mahoni layu?

Ini kisah Pangeran dan Ksatria dunia.
Jangan harap ada kisah Saudagar, Pemusik, atau Panglima.
Karena Putri kecil, tidak sedang jatuh cinta.



.

TGIF...

ketika pekerjaan sudah mengerjai hidup ini
kita cuma pasrah mengikuti
ketika kerjaan sudah menjajah
kita cuma bisa berserah
ketika waktu luang banyak terenggut
kita hanya bisa menurut

apakah esensi bekerja? untuk mencari uang?
untuk apa mencari uang? untuk mendapatkan kebahagiaan?

perlu kita tanya ke diri sendiri
ketika semua waktu tersita untuk bekerja.. masihkah kita mendapatkan kebahagiaan (yang ingin didapatkan dengan mencari uang)?

TGIF..
Thanks Gan It's Friday..
Lanjut Gan..

-dhika-

Friday, February 12, 2010

Antara Aku, Kamu dan Siapa yang boleh Kaya

by Bayu Radya

Aku dan Kamu sama.
Sama – sama mau kaya.

Kamu belajar, kamu kerja, kamu usaha, kamu nikah sama anak orang kaya,
kamu korupsi, kamu buat rekening koin, karena kamu ingin kaya.

Aku belajar, aku kerja, aku mulai usaha, aku belum nikah, aku belum korupsi, aku belum punya rekening koin, tapi tetap mau kaya.

Tapi bikin kaya diri sendiri dilarang, bikin kaya orang lain dilarang.
Aku salah bikin kaya kamu maupun aku, Kamu pun salah bikin kaya aku maupun kamu.
Lantas siapa yang boleh kaya?

Jadi aku sekarang maunya bukan kaya, tapi bahagia
Kamu mau ikut aku? karena katanya semua orang boleh bahagia.



- Mantan Mensos Bachtiar Chamsyah didakwa KPK karena dianggap memperkaya diri sendiri dan orang lain -


.